BELAJAR ASAS PENDIDIKAN PANCASILA 4/2
BELAJAR ASAS PENDIDIKAN PACASILA 4/2
1.
Apakah
semboyan persatuan di Indonesia? Jelaskan maknanya!
Jawaban:
Semboyan persatuan Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika.
Pembahasan: Semboyan ini diambil dari Kitab Sutasoma karangan Empu
Tantular. Maknanya adalah "Berbeda-beda tetapi tetap satu jua".
Semboyan ini menggambarkan kondisi Indonesia yang kaya akan suku, budaya, ras,
dan agama, tetapi tetap bersatu sebagai satu bangsa.
2.
Sebutkan
bentuk-bentuk keberagaman yang ada di Indonesia!
Jawaban:
Bentuk keberagaman di Indonesia meliputi keberagaman suku bangsa, agama/kepercayaan, ras, bahasa
daerah, serta budaya adat (rumah adat, pakaian adat, tarian adat, alat musik,
dan upacara adat).
Pembahasan: Keberagaman ini
muncul karena kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, latar
belakang sejarah, perbedaan kondisi alam, serta keterbukaan terhadap kebudayaan
luar.
3.
Sebutkan
5 contoh budaya daerah beserta asal daerahnya di Indonesia!
Jawaban:
1. Reog Ponorogo berasal dari Jawa Timur.
2. Tari Kecak berasal dari Bali.
3. Lompat Batu (Fahombo) berasal dari Nias, Sumatera Utara.
4. Upacara Rambu Solo berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan.
5. Rumah Gadang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat.
Pembahasan: Budaya daerah
merupakan hasil pemikiran, adaptasi, dan karya masyarakat setempat yang
diwariskan secara turun-temurun dan menjadi ciri khas daerah tersebut.
4.
Sebutkan
10 nama pakaian adat di Indonesia beserta asalnya!
Jawaban:
1. Ulos – Sumatera
Utara
2. Baju Kurung – Sumatera Barat
3. Kebaya – Jawa Tengah / Jawa Barat
4. Baju Bodo – Sulawesi Selatan
5. King Baba (Pria) dan King Bibinge (Wanita) – Kalimantan Barat
6. Pesa'an – Madura, Jawa Timur
7. Payas Agung – Bali
8. Pakaian Adat Cele – Maluku
9. Baju Biliu dan Makuta – Gorontalo
10. Koteka / Rok Rumbai
– Papua
Pembahasan: Pakaian adat
mencerminkan status sosial, adat istiadat, dan nilai estetika khas dari
masing-masing suku bangsa di wilayah nusantara.
5.
Bagaimana
sikap yang baik dalam menghadapi perbedaan dan sebutkan 3 contohnya?
Jawaban:
Sikap yang baik dalam menghadapi perbedaan adalah toleransi, saling menghargai, dan terbuka
(inklusif) tanpa memandang rendah kelompok lain.
3 Contoh Sikap Baik:
- Menghormati teman yang
sedang beribadah sesuai dengan agamanya.
- Tidak mengejek logat atau
bahasa daerah teman dari luar pulau.
- Mau berteman dan bekerja
sama dengan siapa saja tanpa membedakan suku, ras, atau status sosial.
Pembahasan: Sikap toleran dan
menghargai perbedaan adalah kunci utama untuk mencegah terjadinya perpecahan
(disintegrasi) di tengah masyarakat yang majemuk.
6.
Sebutkan
5 contoh kegiatan gotong royong dan apa manfaat dari gotong royong tersebut?
Jawaban:
5 Contoh Kegiatan:
1. Membersihkan selokan dan lingkungan sekitar
dalam kerja bakti desa.
2. Membangun atau memperbaiki rumah warga yang
roboh bersama-sama.
3. Mempersiapkan tenda dan konsumsi untuk acara
pernikahan atau kedukaan tetangga.
4. Melaksanakan ronda malam menjaga keamanan
kampung
5. Membersihkan ruang kelas bersama dalam
pembagian piket sekolah.
Manfaat
Gotong Royong: Pekerjaan menjadi lebih
cepat selesai, mempererat tali persaudaraan antarwarga, menghemat biaya
operasional, serta memupuk rasa persatuan dan kesatuan.
Pembahasan: Gotong royong merupakan kepribadian asli bangsa Indonesia yang
mencerminkan sila ketiga dan kelima Pancasila, di mana kepentingan bersama
diletakkan di atas kepentingan pribadi.
7.
Jelaskan
faktor-faktor yang menyebabkan keberagaman budaya di Indonesia!
Jawaban:
Faktor penyebab keberagaman budaya meliputi:
1. Letak
strategis wilayah Indonesia (berada di antara dua samudra dan dua benua yang menjadi jalur
perdagangan internasional).
2. Kondisi
negara kepulauan (membuat antarsuku terisolasi secara geografis dan mengembangkan
budayanya masing-masing).
3. Perbedaan
kondisi alam
(masyarakat pesisir memiliki budaya yang berbeda dengan masyarakat pegunungan).
4. Keadaan
transportasi dan komunikasi.
5. Penerimaan
masyarakat terhadap perubahan.
Pembahasan: Faktor-faktor ini
bersifat alami dan historis, membentuk pola kehidupan masyarakat yang sangat
bervariasi dari sabang sampai merauke.
8.
Sebutkan
fungsi dari bahasa persatuan (Bahasa Indonesia)!
Jawaban:
Fungsi bahasa persatuan adalah sebagai alat komunikasi antarsuku dan antarbudaya,
sebagai lambang kebanggaan nasional, lambang identitas bangsa, serta alat yang
menyatukan berbagai suku bangsa tanpa menghilangkan identitas kesukuan mereka.
Pembahasan: Tanpa bahasa
persatuan, masyarakat yang memiliki ratusan bahasa daerah akan kesulitan
berinteraksi dan bekerja sama dalam membangun negara.
9.
Jelaskan
makna dari masing-masing Sila Pancasila (Sila 1 sampai Sila 5)!
Jawaban:
o
Sila 1 (Ketuhanan Yang Maha Esa): Mengakui adanya Tuhan
Pencipta alam semesta dan menjamin kebebasan warga negara untuk memeluk agama
dan beribadah sesuai keyakinannya.
o
Sila 2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Mengakui persamaan
derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku,
keturunan, atau agama.
o
Sila 3 (Persatuan Indonesia): Menempatkan persatuan,
kesatuan, serta kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau
golongan.
o
Sila 4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh
Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan): Mengutamakan musyawarah
mufakat dalam setiap pengambilan keputusan bersama demi kebaikan bersama.
o Sila
5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Mengembangkan sikap adil, menghormati hak orang
lain, dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban demi kemakmuran bersama.
Pembahasan: Setiap sila memiliki
keterkaitan yang bulat dan terpadu; satu sila menjiwai dan dijiwai oleh
sila-sila lainnya.
10. Sebutkan makna dari masing-masing
lambang sila dalam perisai Garuda Pancasila!
Jawaban:
1. Bintang
(Sila 1): Melambangkan cahaya
rohani dari Tuhan kepada setiap manusia. Latar belakang hitam melambangkan
warna alam asli ciptaan Tuhan.
2. Rantai
(Sila 2): Terdiri dari mata rantai
berbentuk segi empat (pria) dan lingkaran (wanita) yang saling berkait,
melambangkan hubungan manusia yang saling membutuhkan dan bersatu kuat.
3. Pohon
Beringin (Sila 3): Melambangkan tempat berteduh dan berlindung yang aman bagi seluruh
rakyat Indonesia di bawah naungan negara. Akar gantungnya mencerminkan
keragaman suku dan budaya.
4. Kepala
Banteng (Sila 4): Melambangkan hewan sosial yang suka berkumpul, diartikan sebagai
manusia yang berkumpul untuk bermusyawarah menyelesaikan suatu perkara.
5. Padi
dan Kapas (Sila 5): Melambangkan pangan (padi) dan sandang (kapas) yang merupakan
kebutuhan pokok dasar setiap manusia tanpa melihat status, mencerminkan
kemakmuran sosial.
Pembahasan: Setiap simbol
dipilih secara cermat oleh para pendiri bangsa untuk merepresentasikan esensi
filosofis dari butir sila yang bersangkutan.
11. Tentukan masing-masing satu contoh
pengamalan nyata dari Sila ke-1 sampai Sila ke-5 di lingkungan sekolah atau
masyarakat!
Jawaban:
o
Sila 1: Berdoa sebelum dan sesudah belajar di kelas bersama-sama.
o
Sila 2: Membantu dan menjenguk teman sekelas yang sedang sakit atau
tertimpa musibah.
o
Sila 3: Mengikuti upacara bendera hari Senin dengan khidmat dan tertib.
o
Sila 4: Melakukan pemilihan ketua kelas atau diskusi kelompok secara
tertib.
o Sila
5: Menghargai hasil karya
teman dan tidak berbuat curang saat ujian.
Pembahasan: Pengamalan Pancasila
harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari (secara subjektif) agar nilai luhur
dasar negara tetap hidup di masyarakat.
12. Sebutkan tujuan pembentukan BPUPKI,
baik dari sudut pandang Jepang maupun bangsa Indonesia!
Jawaban:
o
Bagi Jepang: Untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar mau
membantu Jepang melawan tentara Sekutu dalam Perang Dunia II, dengan memberikan
janji kemerdekaan.
o
Bagi Indonesia: Untuk mempelajari,
menyelidiki, dan mempersiapkan hal-hal penting terkait tata pemerintahan dan
dasar negara bagi Indonesia yang merdeka.
Pembahasan: BPUPKI (Badan
Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Cosakai dibentuk pada
1 Maret 1945 oleh Jenderal Kumakichi Harada.
13. Identifikasikan peristiwa-peristiwa
penting dalam Sidang BPUPKI (Sidang I dan Sidang II)!
Jawaban:
o
Sidang
I (29 Mei – 1 Juni 1945): Fokus membahas dan
merumuskan Dasar Negara Indonesia.
Tiga tokoh utama menyampaikan usulannya, dan puncaknya pada 1 Juni, Soekarno
mengusulkan nama "Pancasila".
o
Sidang
II (10 Juli – 17 Juli 1945): Fokus membahas Rancangan Undang-Undang Dasar (UUD),
bentuk negara, wilayah negara, dan kewarganegaraan.
Pembahasan: Di antara jeda kedua
sidang tersebut, dibentuk pula Panitia Sembilan yang berhasil merumuskan Piagam
Jakarta pada 22 Juni 1945.
14. Sebutkan tiga tokoh perumus
Pancasila beserta inti usulan dasar negara yang mereka sampaikan pada Sidang I
BPUPKI!
Jawaban:
1. Prof.
Mr. Mohammad Yamin (29 Mei 1945): Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri
Kerakyatan, Kesejahteraan Rakyat.
2. Prof.
Dr. Mr. Soepomo (31 Mei 1945): Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir dan Batin, Musyawarah,
Keadilan Rakyat.
3. Ir.
Soekarno (1 Juni 1945): Kebangsaan Indonesia (Nasionalisme), Internasionalisme (Peri
Kemanusiaan), Mufakat (Demokrasi), Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan yang
Berkebudayaan.
15. Jelaskan peristiwa lahirnya Piagam
Jakarta (Jakarta Charter) dan sebutkan naskah/isinya!
Jawaban:
o
Peristiwa Lahirnya: Dilatarbelakangi oleh
perbedaan pandangan antara golongan Islam dan golongan nasionalis mengenai
dasar negara pada Sidang I BPUPKI. Panitia Sembilan kemudian mengadakan rapat
pada 22 Juni 1945 dan menghasilkan rumusan kompromi yang dinamakan Piagam
Jakarta oleh Muh. Yamin.
o
Isi Rumusan Dasar Negara dalam Piagam
Jakarta:
1. Ketuhanan, dengan
kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan
beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia.
Pembahasan: Sila pertama Piagam Jakarta inilah yang kemudian diubah pada
tanggal 18 Agustus 1945 menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" demi
menjaga keutuhan persatuan seluruh bangsa Indonesia (khususnya wilayah timur).
16. Jelaskan apa yang dimaksud dengan
dasar negara Indonesia dan sebutkan naskah resminya saat ini!
Jawaban:
Dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Naskah resminya tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada
alinea keempat yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945.
Pembahasan: Dasar negara
berfungsi sebagai fondasi, sumber dari segala sumber hukum, serta pemandu arah
jalannya pemerintahan dan kehidupan berbangsa di Indonesia.
17. Sebutkan karakter dan nilai juang
para tokoh perumus Pancasila yang harus kita teladani dalam kehidupan
sehari-hari!
Jawaban:
Karakter luhur yang wajib diteladani meliputi:
1. Cinta
tanah air dan patriotisme yang tinggi.
2. Mengutamakan
persatuan dan kesatuan di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
3. Menghargai
perbedaan pendapat dan toleran terhadap argumen orang lain.
4. Jiwa
kesatria dan berlapang dada (seperti kerelaan tokoh Islam mengubah kalimat sila pertama demi
persatuan bangsa).
5. Pantang
menyerah dan selalu mengutamakan musyawarah.
Latifah Ainun nisa _4b_minsaci
BalasHapus