MATERI SKI 4_KEADAAN PENDUDUK YATSRIB SEBELUM DATANGNYA ISLAM
Kepercayaan Masyarakat Vasrib sebelum hijrah Nabi Muhammad
Kepercayaan masyarakat Yasrib sebelum hijrah Nabi Muhammad Saw, ada tiga yaitu Agama Yahudi. Agama Nasrani dan Kepercayaan kepada benda-benda dan Kekuatan Alam
1. Agama Yahudi
Agama Yahudi bersumber dari ajaran Nabi Musa, yang kitah sucinya adalah Taurat. Namun, mereka sudah menyimpang dari ajarun agama yang diajarkan. oleh Nabi Musa. Sebelum Nahi Masa wafat, mereka ingkar dan menyembah patung sapi yang dianggapnya Tuhan.
Agama Yahudi masuk ke Yasrih dibawa oleh hungsa Yahudi pada abad ke-1 Don ke-2. Mereka dikejar-kejar hangsa Romawi karena melakukan pemberontakan Agama Yahudi di anut oleh sebagian besar masyarakat. Yasrih. Agama Yahudi diamat oleh heberapa suku-suku, antara lain Bani Qainuqa, Bani Nadhir, Bani Gathafan, Bani Quraidiah.
2. Agama Nasrani
Agama Nasrani berasal dari ajaran Nabi Isa, yang kitab sucinya adalah Injil Agama Nasrani meyakini bahwa ada tiga Tuhan atau Trinitas, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan anak, dan. Rob Kudus. Agama. Nasrani juga menganggap bahwa Nahi Isa adalah anak Tuhan. Masyarakat Yasrib yang memeluk agama Nasrani adalah Kelompok kecil saja. Mereka berasal dari Bani Najran Agama Nasrani musuk ke Yasrih pada tahun 343 M. Ketika itu Kaisar Romawi mengirimkan orang-orang unnuk menyebarkan agama Nasrani ka Yasrih
3. Kepercayaan kepada benda-benda dan Kekuatan Alam
Kepercayaan kepada besata-benda merupakan kepercayaan terhadap kekuatan roh yang mendiam benda. Sedangkan kepercayaan kepada kekuatan alam adalah kepercayaan bahwa segala benda memiliki kekuatan yang bisa mempenganihi kehidupan manusia
Selain memeluk Agama Yahudi dan Nasrani, masyarakat Yasrib sebagian masih mengikuti agama nenek moyangnya. Mereka menyembah pohon, batu, sungai, matahari, bulan dan sebagainya. Benda-benda tersebut menurut keyakinannya memiliki kekuatan yang bisa mempengaruhi kehidupan manusia.
B. Kondisi Sosial Masyarakat Yasrib sebelum hijrah Nabi Muhammad Saw.
Kota Yasrib yang letaknya strategis membuat orang-orang ingin tinggal menetap didalamnya. Sehingga penduduk Yasrib sebagian besar adalah kaum pendatang. Mereka adalah bangsa Arab Yaman yang terkenal dengan Suku Aus dan Kazraj dengan bangsa Yahudi yang terkenal dengan suku Yahudi.
1. Suku Aus dan Kazraj
Nama Suku Aus dan Khazraj berasal dari nama dua orang laki-laki kakak beradik, Aus dan Khazraj. Keturunan mereka terbagi menjadi dua kelompok yang mempunyai anggota sama banyaknya dan sama kuatnya. Mereka akhirnya saling bermusuhan. Kedua suku ini saling berselisih selama 120 tahun. Tidak ada bangsa atau golongan yang hendak mendamaikan mereka
Suku Aus dan Khazraj adalah bangsa Arab pendatang yang berasal dari Yaman. Meraka datang ke Yasrib diperkirakan terjadi pada tahun 300 M secara bergelombang. Kedatangannya ke Yasrib disebabkan bencana alam berupa banjir besar karena hancurnya bendungan Ma’arib yang dibangun oleh Ratu Balqis Kerajaan Saba. Selain bencana alam, kedatangan suku Aus dan Khazraj dikarenakan perselisihan yang berkepanjangan di negara asal mereka.
2. Suku Yahudi
Suku Yahudi yang berada di Yasrib adalah kaum pendatang. Mereka berasal dari wilayah Arab bagian utara. Kedatangan suku Yahudi ke Yasrib pada abad ke-1 dan ke-2 M secara bergelombang. Mereka datang ke Yasrib untuk menghindar dari kejaran bangsa Romawi yang menganggap suku Yahudi adalah kaum pemberontak di negaranya. Suku Yahudi melakukan pemberontakan terhadap bangsa Romawi yang berkuasa pada waktu itu. Suku Yahudi di Yasrib terdiri dari 3 kabilah besar yaitu Kabilah Qainuqa, Kabilah Nadhir dan Kabilah Quraizah. Mereka di Yasrib menempati wilayah yang berbeda-beda. Kabilah Nadhir mendiami wilayah Aliyah di lembah Baththan, Kabilah Quraizhah mendiami wilayah Mazhur sebelah selatan Madinah, sedangkan Kabilah Qainuqa mendiami wilayah kota Madinah. Walaupun mereka satu Suku Yahudi tetapi kehidupan mereka tidak harmonis. Mereka sering berselisih dan bertengkar
C. Kondisi Ekonomi Masyarakat Yasrib sebelum hijrah Nabi Muhammad Saw.
Secara geografis, Yasrib berada di tempat yang strategis jalur perdagangan antara kota Yaman di Selatan dan Syiria di Utara. Perdagangan di Yasrib memiliki kedudukan yang penting dalam masyarakat. Mereka membeli hasil bumi, hewan ternak dan menjualnya ke negeri-negeri yang jauh. Selama di daerah tujuan mereka membeli barang dan kebutuhan masyarakat dan menjualnya ditempat asal mereka. Yasrib merupakan daerah yang subur dan terkenal dengan hasil pertaniannya. Hal ini disebabkan dengan ketersediaan air yang melimpah dan mencukupi untuk lahan pertaniannya. Perkebunan kurma menjadi mata pencaharian utama masyarakat Yasrib. Penghasilan terbesarnya adalah kurma dan anggur. Karena kesuburannya banyak penduduk wilayah lain untuk pindah ke Yasrib.
Di daerah perkotaan, terdapat pabrik-pabrik yang di kelola oleh orang Yahudi. Sebagian dari mereka juga termasuk orang-orang kaya di Yasrib. Sebagai penghubung jalur perdagangan, di Yasrib banyak terdapat pasar-pasar untuk berjual beli, toko untuk menjual keperluan sehari-hari dan bermacam-macam jual beli lainnya, baik yang sesuai dengan syariat Islam maupun yang tidak sesuai. Mereka berkumpul menjadi satu.
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Sumber:
Buku: SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MI KELAS IV, Karangan: Bahren Ahmadi Kementerian Agama RI, Cetakan ke-1, Tahun 2020

Komentar
Posting Komentar