SKI KELAS 4 _ KISAH HIJRAH NABI MUHAMAMD SAW KE YATSRIB
A. Sebab-sebab Hijrah Nabi Muhammad Saw. ke Yasrib
1. Perintah Allah Swt. untuk Berhijrah ke Yasrib
Ketika rapat para pemuka suku Quraisy di Darun-Nadwah berlangsung, Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Saw., yaitu Al-Qur'an Surah Al- Anfal ayat 30. Sesudah malaikat Jibril menyampaikan wahyu tersebut, ia berkata kepada Nabi Muhammad Saw., “Wahai Rasulullah! janganlah engkau tidur malam ini di atas tempat tidur engkau yang telah biasa tidur di atasnya. Sesungguhnya, Allah menyuruh engkau supaya berangkat hijrah ke Yasrib.”
2. Tekanan kaum Kafir Quraisy
Kaum Muslimin yang tinggal di Makkah terutama Nabi Muhammad Saw. sangatlah menderita. Mereka mengalami kesulitan dan kesengsaraan akibat perbuatan kaum kafir Quraisy. Mereka mendengar bahwa orang-orang Yasrib telah banyak memeluk agama Islam. Orang-orang di Yasrib juga mengadakan perjanjian tolong-menolong dengan beliau serta sanggup menyampaikan dukungan kepada Nabi Muhammad Saw. Bertambah marah kaum kafir Quraisy. Setiap hari, Nabi Muhammad Saw. menerima berita dari sahabat-sahabatnya dianiaya oleh kaum kafir Quraisy. Oleh sebab itu, Rasulullah Saw. memerintahkan sebagian sahabat untuk hijrah ke Yasrib.
3.
Adanya jaminan keamanan dari penduduk Yasrib.
Sebelum Nabi Muhammad Saw. hijrah
ke Yasrib, ada beberapa orang Yasrib yang sudah memeluk agama Islam. Mereka
datang ke Makkah pada waktu musim haji. Setiap tahun, kota Makkah dikunjungi
bangsa Arab. Hal itu dimanfaatkan Nabi Muhammad Saw. untuk menyiarkan agama
Islam.
Pada suatu malam, Rasulullah Saw.
bertemu dengan serombongan orang dari Yasrib yang berjumlah enam orang. Mereka
berasal dari keturunan Khazraj. Setelah memperkenalkan diri, Rasulullah
mengajak mereka untuk memeluk agama Islam. Mereka langsung menerima ajakan
beliau. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-11 dari Kenabian. Merekalah orang
Yasrib pertama yang masuk Islam.
Mereka berenam kemudian
meninggalkan Makkah menuju Yasrib dan menyiarkan agama Islam di tengah-tengah
masyarakat Yasrib. Mereka berjanji akan kembali lagi pada musim haji yang akan
datang.
Pada musim haji tahun ke-12 dari kenabian, mereka benar-benar datang memenuhi janjinya. Mereka datang bersama dengan tujuh orang dari Yasrib. Nabi Muhammad Saw. membaiat mereka di Bukit Aqabah. Baiat inidisebut dengan Baiat Aqabah Pertama.
Adapun baiat Nabi Muhammad Saw. berisi sebagai berikut:
a. Hendaklah kamu sekalian menyembah kepada Allah
yang Maha Esa dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun
b.
Janganlah kamu mengambil hak orang lain tanpa
izin
c.
Janganlah kamu melakukan zina
d.
Janganlah kamu membunuh anak-anak
e.
Janganlah kamu berdusta dan berbuat kedustaan.
f.
Janganlah kamu menolak perkara yang baik
g.
Hendaklah kamu mengikuti Rasulullah Saw., baik
dengan terpaksa maupun tidak.
h.
Janganlah kamu merebut sesuatu perkara dari
ahlinya (yang mengerjakan- nya). Kecuali jika kamu melihat dengan nyata-nyata
akan kekafiran orang yang mengerjakan perkara itu dengan tanda-tanda bukti
(keterangan) dari Allah Swt. yang menunjukkan kekafirannya.
i.
Hendaklah kamu mengatakan kebenaran (haq) di
mana pun kamu berada dan janganlah kamu takut atau khawatir terhadap celaan
orang dalam mengerjakan agama Allah (Islam).
4.
Permintaan penduduk Yasrib agar Nabi Muhammad
Saw. hijrah ke Negeri Yasrib.
Pada musim haji pada tahun ke-13 dari kenabian, banyak
penduduk Yasrib yang ingin menjalankan ibadah haji. Mereka berjumlah 73
laki-laki dan dua perempuan. Seluruhnya berjumlah 75 orang, terdiri atas 63
laki-laki dari golongan Khazraj, 11 laki-laki dari golongan Aus, dan 2 orang
perempuan dari golongan Khazraj yang bernama Nusaibah binti ka’ab Bani
an-Najjar dan Asma binti Amr dari Bani Salamah. Setelah mengerjakan wukuf di
Padang Arafah, pada waktu matahari terbenam, berangkatlah mereka ke bukit
Aqabah di Mina. Sesampai di bukit Aqabah mereka berkumpul bersama Nabi Muhammad
Saw. dan paman beliau yang bernama Abbas. Selanjutnya Rasulullah Saw. membaiat
75 orang tersebut. Baiat kedua ini disebut juga Baiat Al-Aqabah al-Kubra (Baiat
Aqabah yang terbesar).
Isi Baiat Aqobah Kubro:
a.
Berjanji mendengar dan mentaati Nabi Muhammad
Saw.
b.
Berjanji menafkahkan harta, baik dalam keadaan
mudah maupun sulit
c.
Berjanji melakukan amar makruf dan nahi mungkar
d.
Berjanji tetap tabah menghadapi celaan kaum
kafir
e. Berjanji melindungi Nabi Muhammad Saw.
sebagaimana mereka melindungi diri dan keluarganya.
Pada Baiat Aqobah Kubro ini, penduduk Yasrib meminta agar Nabi Muhammad Saw. hijrah ke Yasrib dan menjadi pemimpin mereka.
B.
Peristiwa
Hijrah Nabi Muhammad Saw. ke Yastrib
Peristiwa yang
terjadi ketika Nabi Muhammad Saw. hijrah ke Yasrib diantaranya:
1.
Rencana Jahat yang akan Dilakukan Kaum Kafir
Quraisy
Kaum muslimin semakin hari semakin
banyak yang hijrah ke Yasrib. Melihat gejala ini, kaum kafir Quraisy merasa
khawatir jika kota Yasrib akan menjadi pusat perkembangan agama Islam. Oleh
karena itu, mereka harus bertindak cepat menghadapi Nabi Muhammad Saw. sebelum
beliau melaksanakan hijrah.
Kepala-kepala suku Quraisy
dikumpulkan pada hari Sabtu akhir bulan Shafar tahun ke-13 dari Kenabian
Muhammad Saw. Pertemuan diselenggarakan di sebuah gedung yang bernama
Darun-Nadwah.
Mereka yang hadir, antara lain sebagai berikut.
a. Utbah bin Rabi’ah dan Syaibah bin Rabi’ah wakil
dari suku Bani Abdi Syamsin.
b. Harts bin Amir wakil dari suku Bani Naufal.
c. Thu’aimah bin mut’im wakil dari suku Bani Adi.
d. Nadhar bin Harits wakil dari suku Bani Abdud Dar.
Peserta yang hadir berjumlah lebih
kurang seratus orang yang terdiri atas kepala dari kabilah-kabilah di kota
Makkah dan sekitarnya. Adapun yang dibicarakan dalam rapat tersebut adalah
bagaimana cara menghentikan dakwah Nabi Muhammad Saw. dan semangat Islam yang
telah menyala-nyala terutama di kota Yasrib.
Setelah rapat dimulai, ada yang
mengemukakan pendapat, “Sebaiknya dijaga saja rumah Muhammad agar tidak berani
keluar.” Ada pula yang mengusulkan, “Lebih baik Muhammad dipenjara dalam rumah
dan makanan cukup di lemparkan saja.“Kemudian ada seorang yang berpendapat,
“Sebaiknya, Muhammad ditangkap saja lalu dijerat dan dimasukkan ke dalam peti
sampai ia binasa.”Akhirnya Abu Jahal mengusulkan, “Muhammad harus dibunuh
secepatnya. Dengan mengambil lima orang pemuda suku Quraisy yang gagah perkasa
dan berani untuk memancung kepala Muhammad.” Apabila kelima pemuda telah
membawa Muhammad ke hadapan kita, kita harus memberi hadiah paling sedikit 1000
dinar.” Pendapat dan usulan Abu Jahal disetujui dan akhirnya rapat ditutup
2.
Sahabat yang Menyertai Nabi Muhammad Saw. Ketika
Hijrah ke Yasrib
Sesudah malaikat Jibril
menyampaikan wahyu ia berkata kepada Nabi Muhammad Saw., “Wahai Rasulullah!
janganlah engkau tidur malam ini di atas tempat tidur engkau yang telah biasa
tidur di atasnya. Sesungguhnya, Allah menyuruh engkau supaya berangkat hijrah
ke Yasrib.”
Setelah turun surah perintah
hijrah, Nabi Muhammad Saw. mempersiapkan segala sesuatunya untuk hijrah ke
Yasrib. Ada beberapa sahabat yang menyertainya atau membantunya ketika hijrah
ke Yasrib antara lain sebagai berikut:
a.
Abu Bakar ra
Sesudah mendapat perintah dari
Allah Swt. untuk berhijrah, Nabi Muhammad Saw. pergi ke rumah Abu Bakar. Di
hari yang panas, dengan bertutup muka dan kepala beliau sampai dirumah Abu
Bakar.
Abu Bakar terkejut melihat
kedatangan Rasulullah Saw. yang terburu-buru. Setelah masuk, beliau segera
duduk dan berkata kepada Abu Bakar, “Allah Ta’ala telah mengizinkan aku ke luar
dan hijrah (dari Makkah ke Yasrib)”.
Abu Bakar menjawab, “Berteman
dengan saya, ya Rasulullah?” Jawab Nabi Muhammad Saw., “ya dengan izin Allah.”
Kemudian Abu Bakar ra menangis bahagia. Lalu ia berkata, “Ya Rasulullah!
Ambilah salah satu dari kedua ekor unta saya untuk kendaraan Tuan.”
Nabi Muhammad Saw. memilih unta
yang terbaik kepunyaan Abu Bakar yang baru saja dibelinya dengan harga 800
dirham. Unta Itu bernama AlQushwa. Selanjutnya Nabi Muhammad Saw. pulang ke
rumahnya.
Abu Bakar berkemas-kemas dan
memerintahkan keluarganya mempersiapkan bekal untuk perjalanan jauh. Asma dan
Aisyah putrinya menyiapkan bekal seperti makanan dan pakaian. Abu Bakar juga
berpesan kepada Abdullah, putranya supaya setiap hari mendengarkan komentar
orangorang Quraisy tentang kepergiannya dengan Rasulullah Saw. Kepada
pembantunya, Amir bin Fuhairah untuk menggembala kambingnya di dekat Gua Tsur
agar air susunya dapat dijadikan untuk minum.
Demikian juga kepada pembantunya yang lain yang bernama Abdullah bin Uraiqith, supaya pada hari yang ditentukan ia datang ke Gua Tsur disuruh menunjukkan jalan kemudian ke Yasrib bersama-sama dengan Amir bin Fuhairah.
b.
Ali bin Abi Thalib
Setelah ke rumah Abu Bakar, Nabi
Muhammad Saw. memanggil Ali bin Abi Thalib. Rasulullah Saw. berpesan kepada Ali
agar bermalam dan tidur di tempat tidur beliau, seraya berselimut dengan
selimut yang biasa dipakai oleh beliau. setiap beliau tidur malam hari. Pesan
beliau yang lain kepada Ali adalah supaya barang-barang milik orang lain yang dititipkan
kepada Rasulullah Saw. dikembalikan kepada pemiliknya. Sesudah itu hendaklah
Ali segera menyusul berhijrah ke Yasrib bersama keluarga Nabi Muhammad Saw.
Setelah matahari tenggelam,
Rasulullah Saw. dan Abu Bakar bersiap-siap berangkat hijrah. Pada saat yang
sama, di luar rumah Rasulullah Saw., telah berkumpul para pemuda pilihan untuk
membunuh Nabi Muhammad Saw. Ali lalu tidur di tempat tidur Rasulullah dan
berselimut dengan selimut beliau. Oleh karena itu, jika para pengepung
mengintai rumah, kelihatanlah oleh mereka bahwa Nabi Muhammad Saw. sedang tidur
Rasulullah kemudian meninggalkan
rumah tanpa diketahui oleh musuhnya. Sampai malam hari, para pengepung masih
menunggu Rasulullah Saw. keluar. Mereka marah setelah mengetahui bahwa yang
tidur bukan Nabi Muhammad Saw., melainkan Ali. Mereka bertanya kepada Ali
tentang keberadaan Rasulullah Saw. Ali menjawab tidak tahu. Kemudian Ali
ditarik ke luar dan dibawa ke dalam masjid. Ali dipukuli dan ditendang oleh
mereka agar menunjukkan tempat persembunyian Rasulullah Saw. Namun, Ali tetapi
menjawab tidak tahu.
Setelah mengembalikan barang-barang
titipan kepada pemiliknya, diamdiam Ali bersama keluarga Rasulullah serta
keluarga Abu Bakar berangkat hijrah menyusul Nabi Muhammad Saw. dan bertemu
beliau di Quba. Rombongan yang ikut berhijrah adalah Fatimah, Ummu Kultsum,
Saudah, Ummu Aiman dan anaknya yang bernama Usamah, Ummu Ruman (istri Abu
Bakar) dan anak-anaknya yaitu Aisyah, Asma’ dan Abdullah
3. Upaya Nabi Muhammad Saw. dan Para Sahabat dalam
Mengatasi Ancaman Kafir Quraisy ketika Hijrah Ke Yasri
a.
Bersembunyi di Gua Tsur
Gua Tsur terletak di gunung Tsur.
Di gua inilah Nabi Muhammad Saw. dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum
kafir Quraisy. Beliau sampai di Gua Tsur ini pada waktu tengah malam. Setelah
dibersihkan dari binatang dan bebatuan oleh Abu Bakar, Rasulullah Saw. masuk ke
gua tersebut untuk bersembunyi. Kemudian Allah Swt. menyuruh laba-laba yang
beribu-ribu jumlahnya bersarang di muka Gua Tsur. Allah Swt. juga menyuruh
burung merpati liar supaya bersarang dan bertelur di tempat tersebut. Oleh
sebab itu, pintu Gua Tsur penuh dengan sarang laba-laba di atas serta sarang
dan telur merpati di bawahnya.
Ketika tiba di Gua Tsur, pencari
jejak dan para pemuda yang bersenjata bingung karena kehilangan jejak
Rasulullah Saw. Kemana selanjutnya, Apakan
masuk ke dalam gua ataukah naik ke atas gua?
Seandainya Rasulullah Saw. dan Abu Bakar masuk ke dalam gua, tentu banyak telur
burung merpati yang pecah dan sarang berserakan, serta sarang laba–laba akan
rusak dan hancur. Padahal di pintu gua tidak ada satu pun telur yang pecah dan
sarang laba-laba yang hancur.
Akhirnya mereka kembali dengan
tangan hampa serta hati yang kesal. Rasulullah Saw. yang berada dalam gua
mendengar dengan jelas perkataan mereka. Sedikit pun Nabi Muhammad Saw. tidak
merasa cemas karena beliau percaya bahwa Allah Swt. yang akan memberi
pertolongan. Selama di Gua Tsur, Nabi Muhammad Saw. dan Abu Bakar dibantu
beberapa orang berikut:
1)
Abdullah (putra Abu Bakar) membawa berita dari
Makkah, terutama berita tentang Nabi Muhammad Saw. dan Abu Bakar. Pada pagi
hari, dia kembali ke Makkah dan pada malam harinya melaporkan setiap ada
kejadian kepada Rasulullah Saw.
2)
Asma (Putri Abu Bakar) setiap petang membawa
makanan dari rumah dan diberikan kepada Rasulullah Saw. dan Abu Bakar. Keesokan
harinya, ia ikut kembali ke Makkah bersama saudaranya.
3) Amir bin Fuhairah (pembantu Abu Bakar) setiap pagi menggembala kambingnya sampai ke Gua Tsur. Di sana, diperasnya air susu kambing yang digembalanya untuk diminum oleh Rasulullah Saw. dan Abu Bakar. Setiap petang, ia mengirim kambingnya pulang ke Makkah. Nabi Muhammad Saw. dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari tiga malam tanpa kekurangan makanan dan minuman.
b.
Nabi Muhammad Saw. Menyamar sebagai Penunjuk
Jalan
Pada hari keempat, Rasulullah Saw.
beserta Abu Bakar meninggalkan Gua Tsur. Rasulullah Saw. mengendarai unta
kepunyaan Abu Bakar yang bernama AlQushwa bersama dengan Abdullah bin Uraigith,
sedangkan Abu Bakar mengendarai untanya yang lain bersama dengan Amir bin
Fuhairah. Mereka menyusuri tepi Laut Merah menuju Yasrib. Abdullah bin Uraiqith
dan Amir bin Fuhairah adalah orang yang diberi upah oleh Abu Bakar untuk
menunjukan jalan ke Yasrib.
Dalam perjalanan, Abu Bakar sering
ditegur dan disapa oleh orang-orang yang mengenalinya. Hal ini dikarenakan Abu
Bakar adalah seorang bangsawan dan hartawan yang sering berpergian jauh untuk
berdagang.
Berbeda dengan Rasulullah Saw.
Beliau hampir tidak pernah berpergian jauh dan bukan seorang hartawan sehingga
dalam perjalanan beliau tidak dikenal orang lain. Pada suatu hari, Abu Bakar
bertemu dengan seseorang, dan orang itu bertanya kepadanya, “Siapakah yang
bersamamu?”
Abu Bakar menjawab, “inilah sahabatku yang menunjukkan jalan untuk pergi ke Yasrib.” Mendengar jawaban Abu Bakar, Nabi Muhammad Saw. hanya diam. Karena beliau mengerti apa yang dimaksud oleh Abu Bakar.
c.
Allah Melindungi Nabi Muhammad Saw. dari Kejaran
Suraqah
Kaum kafir Quraisy gagal menangkap
Nabi Muhammad Saw. dan Abu Bakar ketika di Makkah. Kemudian, mereka mengerahkan
suku-suku untuk mencari dan menemukan Rasulullah Saw. Mereka juga mengumumkan
kepada masyarakat yang dapat menangkap Nabi akan mendapat hadiah seratus ekor
unta. Dengan pengumuman ini, setiap orang ingin mencari dan menemukan
Rasulullah. Salah satunya adalah Suraqah.
Kepala suku Bani Mudlij yang
bernama Suraqah mendengar dari seseorang bahwa Nabi Muhammad Saw. dan Abu Bakar
telah melintas di dekat dusun Qudaidin. Dengan mengendarai kuda, ia telah
sampai di belakang Nabi Muhammad Saw. dan Abu Bakar.
Abu Bakar berkata kepada
Rasulullah, “Ya Rasulullah! ada orang yang mengejar kita! Sekarang kita tentu
tertangkap oleh musuh.”
Tanpa memalingkan muka ke belakang,
Rasulullah Saw. menjawab, “Hai sahabatku, jangan bersusah hati karena
bahwasanya Allah bersama kita, bukan?” Kemudian beliau berdoa kepada Allah.
Tergelincirlah kuda Suraqah dan ia terjatuh ke tanah. Suraqah, dengan menahan
rasa sakit bangun dan kembali menaiki kuda untuk mengejar Rasulullah Saw.
Setelah dekat dengan Rasulullah Saw., kejadian seperti itu terulang lagi. Kuda
Suraqah tergelincir lagi dan Suraqah terjatuh. Peristiwa ini terjadi sampai
tiga kali.
Akhirnya Suraqah minta maaf kepada Rasulullah Saw. dan dimaafkan segala perbuatan Suraqah. Nabi Muhammad Saw. berpesan agar jangan menyiarkan kepergian beliau ke Yasrib kepada kaum kafir Quraisy di Makkah.
==========================================================
Sumber: Buku SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MI KELAS IV Penulis : Bahren Ahmadi, Cetakan ke-1, Tahun 2020. Diterbitkan oleh: Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI
- Perintah Allah Swt.
- Turunnya Surah Al-Anfal ayat 30 sebagai wahyu untuk berhijrah.
- Malaikat Jibril melarang Nabi tidur di tempat tidurnya pada malam rencana pembunuhan dan menyuruhnya segera berangkat.
- Tekanan Kafir Quraisy
- Meningkatnya penyiksaan dan penganiayaan terhadap umat Islam di Makkah.
- Jaminan Keamanan & Permintaan Penduduk Yasrib
- Tahun ke-11 Kenabian: 6 orang suku Khazraj masuk Islam.
- Baiat Aqabah I (Tahun ke-12): Perjanjian untuk tidak syirik, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak, dan taat pada Rasul.
- Baiat Aqabah II/Kubro (Tahun ke-13): 75 orang Yasrib berjanji melindungi Nabi dan meminta Nabi hijrah untuk menjadi pemimpin mereka.
- Lokasi Rapat: Gedung Darun-Nadwah.
- Hasil Rapat: Mengikuti usul Abu Jahal untuk membunuh Nabi secara bersama-sama oleh pemuda dari berbagai suku agar tanggung jawab pembunuhan terbagi rata.
- Abu Bakar as-Siddiq: Teman perjalanan Nabi. Beliau menyiapkan dua unta (salah satunya bernama Al-Qushwa).
- Ali bin Abi Thalib: Bertugas menggantikan Nabi tidur di tempat tidurnya untuk mengecoh musuh dan mengembalikan barang titipan penduduk.
- Asma binti Abu Bakar: Mengirim makanan ke Gua Tsur.
- Abdullah bin Abu Bakar: Mencari informasi/berita di Makkah.
- Amir bin Fuhairah: Menyediakan susu kambing untuk diminum Nabi.
- Abdullah bin Uraiqith: Penunjuk jalan menuju Yasrib (non-muslim yang tepercaya).
- Bersembunyi di Gua Tsur: Nabi dan Abu Bakar bersembunyi selama 3 hari 3 malam. Allah melindungi mereka dengan sarang laba-laba dan burung merpati di pintu gua sehingga pengejar tidak curiga.
- Perlindungan dari Suraqah: Suraqah bin Malik mencoba mengejar Nabi demi hadiah 100 unta, namun kudanya terperosok berkali-kali hingga ia menyerah dan meminta maaf.
- Yasrib: Nama lama kota Madinah.
- Darun-Nadwah: Gedung tempat kaum Quraisy merancang kejahatan.
- Gua Tsur: Tempat persembunyian Nabi.
- Baiat: Perjanjian setia/sumpah setia.

Komentar
Posting Komentar