BELAJAR SKI KELAS 4/2
RANGKUMAN MATERI SKI KELAS 4 SEMESTER 2
Kondisi Keagamaan Yatsrib Sebelum Islam
·
Agama Yahudi:
Bersumber dari ajaran Nabi Musa a.s.
Agama ini dianut oleh suku-suku Yahudi.
·
Agama Nasrani:
Masuk ke Yatsrib tahun 343 Masehi.
Sebagian besar dianut oleh Bani Najran.
·
Agama Pagan:
Menyembah berhala, dianut mayoritas suku Arab (Aus dan Khazraj).
·
Kepercayaan Tradisional: Pemujaan terhadap roh nenek moyang terdahulu atau benda alam
(pohon, batu, matahari) yang dianggap punya kekuatan.
·
Catatan: Agama Majusi (penyembah api) bukan
kepercayaan penduduk Yatsrib.
Kondisi Sosial dan Kabilah di
Yatsrib
·
Dua Kebudayaan:
Sebelum Islam, Yatsrib memiliki dua kebudayaan yang bertolak belakang, yaitu Arab dan Yahudi.
·
Suku Aus dan Khazraj: Dua suku Arab yang berasal dari dua anak laki-laki dengan
kekuatan seimbang. Mereka saling bermusuhan selama 120 tahun.
·
Bani Quraizhah:
Kabilah Yahudi sekutu suku Aus. Tinggal di pinggiran Madinah, mendiami wilayah
Mazhur sebelah selatan.
·
Bani Nadhir:
o Kabilah Yahudi yang mendiami wilayah
Aliyah di lembah Banthan.
o Kabilah Yahudi terkaya yang memiliki pasar terkenal
di Madinah.
·
Hubungan Arab-Yahudi: Awalnya saling menghormati, lalu bermusuhan karena sifat
Yahudi yang sombong dan suku Arab banyak menyembah berhala. (Kecuali: Bangsa
Arab Penganut Tauhid, karena saat itu mereka belum masuk Islam/masih menyembah
berhala).
Kondisi Geografis dan Ekonomi
Yatsrib
·
Kawasan Hijaz: Secara geografis, Yatsrib adalah kota
ketiga yang termasuk kawasan subur di wilayah Hijaz (bukan Syiria/Yaman/Thaif).
·
Hasil Pertanian:
Memiliki pesawahan dan perkebunan besar. Penghasilan utamanya adalah kurma dan anggur.
Penduduk Asli dan Kabilah di Madinah
·
Penguasa Pertama Yatsrib: Sebelum bangsa Yahudi
datang dan menguasai Madinah, suku pertama yang mendiami dan menguasai kota
tersebut adalah Suku Amaliqah.
·
Suku Bangsa Yahudi di Madinah: Ada tiga suku besar
Yahudi yang terkenal di Madinah, yaitu Bani Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani
Quraizhah (Bani Hasyim adalah suku Quraisy di Makkah, Bani Ghatafan adalah suku
Arab Badui).
·
Tiga Kekuatan Pengendali Madinah: Setelah bangsa Yahudi kalah secara
politik, mereka memprovokasi suku Arab agar pecah. Tiga kekuatan utama yang
mengendalikan Madinah saat itu adalah suku Aus, Khazraj, dan Yahudi.
Sebab-Sebab Hijrah Nabi Muhammad
saw. ke Yatsrib
·
Faktor Pendorong Hijrah: Nabi Muhammad saw. hijrah
ke Yatsrib disebabkan oleh Perintah Allah untuk berhijrah dan adanya Permintaan
dari Penduduk Yatsrib (melalui Baiat Aqabah). Hijrah bukan karena keinginan
pribadi atau perintah kakek beliau.
·
Tahun Kesedihan (Amul Huzni): Setelah wafatnya Siti
Khadijah (istri) dan Abu Thalib (paman) pada tahun 10 kenabian, kaum kafir
Quraisy semakin kejam. Salah satu tokoh kafir Quraisy yang melempar kotoran ke
atas punggung Nabi saat sedang sujud adalah Uqbah bin Muith.
Proses Hijrah dan Sambutan Penduduk
Yatsrib
·
Sambutan Penduduk Yatsrib: Orang-orang Yatsrib
menyambut kedatangan Nabi Muhammad saw. dalam berhijrah dengan sangat baik.
Mereka menerima dengan baik ajakan Nabi.
·
Baiat Aqabah Pertama: Di antara orang Yatsrib yang
masuk Islam pada Baiat Aqabah pertama, terdapat seorang wanita terkenal bernama
Afra binti Ubaid Ibnu Tsa'labah.
·
Mus'ab bin Umair: Beliau adalah sahabat Rasulullah
saw. yang diutus pertama kali ke Yatsrib untuk mengajarkan Al-Qur'an dan menjadi
imam bagi kaum Muslimin sebelum Nabi hijrah.
·
Tanggal Hijrah: Nabi Muhammad saw. tiba atau hijrah
ke Yatsrib pada tanggal 20 September Tahun 620 M (secara kronologis
umum/pilihan soal teks).
·
Dasar Hukum Hijrah: Ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang konspirasi kaum
kafir dan perintah/izin Allah untuk berhijrah ke Yatsrib adalah Q.S Al-Anfal (8) Ayat 30.
Konspirasi Kaum Quraisy di Makkah
·
Darun Nadwah: Tempat berkumpulnya para pemuka kaum
kafir Quraisy (termasuk Abu Jahal) pada hari Kamis, 26 Safar tahun ke-14
kenabian untuk menyusun siasat keji menyingkirkan dan membunuh Nabi Muhammad saw. sebelum beliau
sempat berhijrah.
Konspirasi Pembunuhan Nabi di Makkah
·
Utusan Bani Abdud Dar: Pemuka Quraisy yang hadir
dalam pertemuan rahasia di Darun Nadwah dari kalangan Bani Abdud Dar adalah Nadar
bin Harits.
·
Usulan Siasat Abu Jahal: Kesepakatan untuk menyerang
dan membunuh Nabi Muhammad saw. secara serentak menggunakan pemuda-pemuda
bersenjata dari setiap kabilah merupakan ide/pendapat dari Abu Jahal.
Peristiwa dan Tokoh dalam Hijrah
·
Ali bin Abi Thalib: Sahabat yang mempertaruhkan
nyawanya dengan menempati tempat tidur Nabi untuk mengelabui para mengepung
dari kaum kafir Quraisy.
·
Gua Tsur: Tempat persembunyian suci Nabi Muhammad
saw. bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq selama tiga hari untuk menghindari kejaran
kaum Quraisy.
·
Sayembara Quraisy: Kaum kafir Makkah mengadakan
sayembara besar dengan hadiah 100 ekor unta bagi siapa saja yang berhasil menangkap Rasulullah saw. hidup
atau mati.
·
Pengejaran oleh Suraqah: Kepala suku Bani Mudlij
yang berniat membunuh Nabi demi hadiah sayembara bernama Suraqah (kudanya
tergelincir dan terperosok ke dalam pasir setiap kali mendekati Nabi).
·
Teman Hijrah: Sahabat yang setia mendampingi
perjalanan hijrah Rasulullah saw. dari Makkah hingga tiba di Madinah adalah Abu
Bakar Ash-Shiddiq.
Sikap Rasulullah dan Klasifikasi
Tokoh
·
Sikap Menghadapi Ancaman: Dalam menghadapi berbagai
ancaman dan intimidasi kejam dari kaum kafir Quraisy, Rasulullah saw. selalu
bersikap Berani dan Sabar.
·
Tokoh Kaum Muhajirin: Muhajirin adalah sebutan bagi
penduduk muslim Makkah yang berhijrah ke Madinah. Contoh tokohnya antara lain Amir
bin Abdillah, Abdul Rahman bin Auf, dan Abu Huzaifah bin Utbah.
Strategi Dakwah di Madinah
·
Mempersaudarakan Dua Kaum: Langkah awal Rasulullah saw.
setibanya di Madinah untuk mempererat tali kekeluargaan dan persatuan adalah
dengan mempersaudarakan kaum
Muhajirin (pendatang) dengan kaum Anshar (penduduk asli Madinah).
. Keagamaan,
Suku, dan Sifat Masyarakat Yatsrib Sebelum Islam
·
Agama Suku Aus dan Khazraj: Suku mayoritas Arab di Yatsrib ini
awalnya menganut agama Pagan (Menyembah
Berhala).
·
Asal-Usul Suku:
Suku Aus dan Khazraj berasal dari satu keturunan yang sama, yaitu dari
keturunan seorang wanita bernama Qilah
(keturunan suku Azd dari Yaman).
·
Suku Bangsa Yahudi di Yatsrib: Tiga suku utama Yahudi yang
mendiami Madinah adalah Bani Nadhir,
Bani Quraizhah, dan Bani Qainuqa.
·
Sifat Masyarakat Yatsrib Sebelum Islam:
o Sering terlibat perselisihan dan
permusuhan menahun (Suku Aus dan Khazraj bermusuhan selama 120 tahun).
o Mudah diadu domba dan diprovokasi
oleh bangsa Yahudi yang ingin menguasai perekonomian Yatsrib.
o Memiliki sifat fanatik terhadap
kesukuan dan taat menyembah berhala.
Peristiwa Pertemuan Darun Nadwah dan
Hijrah
·
Pendapat Mengenai Pengusiran Nabi: Di Darun Nadwah,
pendapat agar Nabi Muhammad saw. diusir dari negeri Arab datang dari Abu Aswad
(sedangkan usulan pembunuhan massal datang dari Abu Jahal).
·
Perkembangan Islam di Yatsrib: Berkat dakwah Mus'ab
bin Umair, sebelum Rasulullah saw. tiba untuk berhijrah, pengikut agama Islam
di Yatsrib jumlahnya sudah berkembang pesat hingga melebihi 500 orang.
Tokoh Penolong di Gua Tsur:
1. Abu Bakar
Ash-Shiddiq: Menemani Nabi
di dalam gua.
2. Abdullah
bin Abi Bakar: Menyelinap
untuk memberi informasi pergerakan kafir Quraisy.
3. Asma binti
Abi Bakar: Mengirim
pasokan makanan ke Gua Tsur.
4. Amir bin
Fuhairah: Menggembalakan kambing untuk
menghapus jejak kaki dan menyediakan susu.
5. Abdullah
bin Uraiqith: Menjadi
penunjuk jalan rahasia menuju Madinah.
Baiat Aqabah Pertama dan Kedua
(Kubra)
·
Isi Baiat Aqabah Pertama (Perjanjian Wanita):
o Tidak menyekutukan Allah SWT.
o Tidak mencuri dan tidak berzina.
o Tidak membunuh anak-anak mereka.
o Tidak berbohong atau memfitnah.
o Tidak mendurhakai Nabi Muhammad saw.
dalam urusan kebaikan.
·
Isi Baiat Aqabah Kubra (Kedua):
o Mendengar dan taat kepada Nabi baik
dalam keadaan bersemangat maupun malas.
o Menafkahkan harta (berinfak) baik
dalam keadaan lapang maupun sempit.
o Melakukan amar ma'ruf nahi munkar
(menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran).
o Tetap teguh membela agama Allah
tanpa takut celaan orang lain.
o Membela dan melindungi Rasulullah
saw. sebagaimana mereka melindungi diri, istri, dan anak-anak mereka sendiri.
Prinsip Kegiatan Ekonomi Rasulullah
saw.
Komentar
Posting Komentar